Showing posts with label Game. Show all posts
Showing posts with label Game. Show all posts

Friday, July 15, 2016

Pokémon-Go Astray?

Game Pokémon-Go, dan pembahasannya, makin trending.


Saya sebagai seorang Pokémon-lover pun sudah jauh-jauh menunggu dan mengantisipasi permainan ini. Sampai Hari-H gim ini launching, saya kecewa karena gawai saya saat itu belum kompatibel untuk bermain (meski di Indonesia, aplikasinya sendiri juga belum resmi diluncurkan, dan kreatifnya orang Indonesia, termasuk saya, adalah cari aplikasi non-resminya). Kemudian angin segar datang, ketika akhirnya ada berita bahwa gim ini bisa diinstal di OS Intel. Voila. Saya langsung menciptakan karakter gim saya.

Saya semacam nostalgia masa kecil saya (ciyeee, yang udah gedhe). Sambil bermain, saya mengingat nama-nama Pokémon, ‘jurus-jurus’ serangannya, dan lainnya. Saya kembali ke masa-masa SMA dan kuliah. Tidak bermodal game-boy, tapi main emulator di komputer. Mulai dari Pokémon versi Red/Green, sampai yang versi yang mana saya lupa, kemudian saya sudah tidak mengikuti perkembangannya lagi. Tidak hanya bermain gimnya, saya cukup maniak mengikuti serial TV dan mengumpulkan beberapa gambar dan data-data Pokémon. Even, saya ciptain Pokémon versi saya sendiri.

Teringat juga, waktu awal-awal SMP, ada satu teman yang sengaja dan rela memfotokopikan sebendel artikel dari satu edisi majalah Kristen yang pas membahas Pokémon. Isinya: Pokémon adalah game dan tayangan berbahaya, dan seterusnya. Melawan ajaran Kristen. Sarat kesesatan. Padahal waktu itu saya, yang notabene suka berkreasi, ada di salah satu kepanitiaan gereja, dan sukses membuat undangan acara dengan gambar Pikachu! LOL!

Dan, kemarin pun sambil mengantisipasi launching resmi gim ini, sembari juga menduga dan mengantisipasi kegirangan dan kepopuleran aplikasinya, saya dengan yakin menunggu semua berita dan ‘pesan-pesan’ untuk berhati-hati, bahkan yang sampai melarang. Dan, benar, akhirnya ada broadcast-message-nya juga! Penantian saya juga terbukti ketika ada message tambahan lain yang merujuk kasus epilepsi yang dialami penonton serial Pokémon tahun 1997 (yang juga dibahas di majalah yang teman saya copy-kan).

Di pesan pertama yang saya terima, ada beberapa hal yang ‘diingatkan’ supaya orang tua makin berhati-hati kalau-kalau anaknya terlalu asik dengan permainan Pokémon-Go ini. Share privasi dan lokasi, boros kuota, boros baterai, bikin rawan kecelakaan, anak makin kecanduan gawai, dan ortu makin susah mengontrol anaknya adalah beberapa faktor yang disorot.

Saya pun kemudian tertarik menuliskan pendapat balasan saya. Bukan sebagai seorang Pokémon-lover, tapi supaya opini dan sudut pandangnya lebih seimbang.

Share lokasi, kemudian share privasi? Bukannya kita juga sering share lokasi ketika kita (terutama *uhuk* para imigran digital) tidak sadar atau salah mengaktifkan GPS di HP kita, yang kemudian melakukan tracking lokasi sambil jalan. Atau tanpa sadar share lokasi saat browsing dengan google-based search engine. Termasuk geo-tagging foto kita alias membubuhi lokasi di foto yang kita ambil. Juga, jangan lupa untuk kita-kita yang eksis posting status atau foto dengan mencantumkan check-in kita. Kalau mau ada yang jahat, bisa aja dilacak disana.

Boros kuota? Kemarin saya lacak penggunaan kuota data saya (karena saya termasuk pemakai yang ekonomis, supaya tidak jadi fakir Wi-Fi), pemakaian FB dan IG saya lebih boros daripada aplikasi Pokémon-Go. LOL. Bagaimana dengan kita yang hobi share video/klip di Whatsapp? Atau hobi buka youtube, tanpa sadar bahwa paket yang dipake adalah kuota. Boros batre? Fitur GPS yang aktif ditambah koneksi data itu normal sekali kalau baterai cepat habis. Baterai HP tambah boros ketika koneksi sinyal dan data labil.

Bikin rawan kecelakaan karena menatap layar gadget terus? Well, yes, cukup banyak pemakai sembrono yang seperti itu, sampai-sampai bikin kecelakaan. Tapi siapa hayo, yang juga doyan nyupir atau motoran sambil sms-an atau telepon? Ada anak-anak sampai lari-lari ke tengah jalan buat nangkap Pokémon? Mereka yang sembrono memang melakukannya. Tapi, kemarin main gim ini, meski ada di pinggir jalan pun, saya sudah masuk di radius area yang terdeteksi Pokemon-nya, tidak perlu saya berdiri di tengah jalan menunggu Pikachu nongol. Jalan sambil mandang HP mulu? Sama zombie-ish-nya dengan pejalan kaki yang asyik texting-an. Padahal kalau mau diakalin, tinggal nyalain suara notifikasi Pokémon Go-nya, dan pakai earphones. Bunyi notif bisa terdengar disana, lalu kita tinggal menepi (kalau memang niat), dan buka HP.

Hidup jadi makin tidak fokus? Bikin anak makin kecanduan gawai? Tidak perlu sebut-sebut Pokémon-Go pun kalau memang sudah kecanduan, ya, kecanduan. Silakan kerja sama dengan sekolah atau gereja (atau lembaga rohani lainnya) adakan kamp rehabilitasi. Puasa atau detoks gadget. Jangan lupa, berapa banyak kita yang sengaja memberikan gadget daripada anak kita rewel? Atau mungkin kita tidak kecanduan gadget, tapi kita mencandu media, televisi, dan lainnya.

*

Selalu tergelitik, ketika broadcast dan artikel lain semacam ini menyebar, baik Pokémon-Go, maupun topik dan produk lain. Kemudian kita gempar dan Orang Jawa bilangnya, gedandapan plus gelagepan. Tidak siap, dan rawan terbujuk info simpang siur, plus malas untuk cross-check kebenarannya. Kadang nadanya pun lebay, dan sok rohani (tidak jarang juga dikotbahkan di mimbar-mimbar agama!). Bahkan sampai latah ikut nyebarin konsiprasi! Mirip hebohnya dengan ketakutan ketika jaman-jaman komputer mulai personal dan banyak menyebar, karena ada simbol 666. Atau artikel semacam yang tahun lalu bikin ribut tentang konspirasi di balik film Minion.

Saya mendukung sepenuhnya game ini? Tidak juga. Pokémon-Go maupun gim dan media lain punya potensi memberi dampak buruk kalau filter dari diri kita sendiri tidak kuat. Dampak baiknya pun tetap ada. Bukan berarti saya juga sedang mencoba membela gim terbaru ini.

Ketika kita terlalu takut dengan hal-hal baru dan perubahan yang ada, apa kita bisa dan bijak dengan membendung 'kemajuan' gim dan teknologi? Apa semua perubahan dan hal-hal baru juga mau ditanggapi dengan fobia dan kecemasan lebih dahulu? Apa mau mengisolasi hidup kita dari perubahan dan perkembangan yang ada?

Semuanya kembali kepada diri dan tekad kita. Mau main, tapi bisa kontrol diri dan waktu, that's good. Mau tidak main supaya bisa fokus hal-hal yang lain, ya, monggo. Yuk, belajar lebih rajin dikit cari informasi di jaman gugling serba mudah ini, dan tidak buru-buru latah cemas.

*

Btw, nostalgia ke jaman masih main Pokémon, beberapa Pokémon favorit saya itu Dewgong, Pidgey, Mantine, Sandslash, Goldeen, dan Oddish.

Kemajuan game Pokemon-Go saya?

Well, sudah ada beberapa Pokémon yang saya tangkap, ketika kemudian saya kemudian memutuskan untuk menghapus game ini dari gawai saya. Saya mau mengurangi distraksi untuk pikiran dan hidup saya.

.

PS.
I'm not a techie guy. Kalau ada hal-hal teknis seputar IT dan operasinya yang saya salah tuliskan, please kindly tell me. Akan saya koreksi tulisan ini.

Monday, July 6, 2009

Daniel pulang dari Camp, terus maen game (or maen game terus?)

Halo!

It's been quite a long time since I last blogged. Liburan tinggal seminggu, en masih aja ada 'Pe-eR'. Banyak yg tanya Dankuur mau kemana tahun ini (baca tahun ajaran baru ini). Let me make it clear: stay in Magelang. Ada satu rencana besar, yg sampe sekarang emang belom 100% jadi, so, I couldn't tell more for sure saat ini. But, please pray for me, semoga semuanya lancar di bulan Agustus nanti.

Ok, so last week, sudah lewat Camp Jemaat: 3 hari yang dingin di Bandungan, Green Valley (what a picturesque place! Patut dicoba nginep disana! Pelayanan'e juga mantap!). En, I learnt many things. Banyak yg terjadi waktu Camp. Yg awalnya agak pesimis karena peserta yg dikit, eh, ternyata Tuhan percayakan 90 peserta yg luar biasa rame! Nge-game bener2 nunjukin sifat2 asli tiap orang. Kita yg pemuda2 yg udah biasa outbound, (en perhaps because our minds have been a bit transformed) or nge-game, ga begitu se-kompetitif-nya dengan yg 'tua2'. Kita maen dengan semangat emang, en rame, coba aja kalo si Titi direkam waktu tereak2 'nyebrang sungai'. Tapi yg bikin heran, en sempet kita diskusi'in, adalah semangat 'kompetisi'-nya kaum dewasa en tua, yg ternyata menghalalkan segala cara buat menang (padahal ya ga ada hadiahnya!). Ada yg sampe ga mau ngalah!

Eniwei, ada kejadian dalem camp jemaat sempet bikin 'jengkel' juga. Lah, gimana ngga' jengkel, sementara kita (baca: kaum muda) mencoba mengejawantahkan (haiyah!) tema yg diangkat (baca: Bangga menjadi Keluarga Allah), yg notabene bertujuan menyatukan Keluarga Allah (baca: Gereja), eh, tetep aja masih nyalah-menyalahkan TANPA TAHU APA YG TERJADI. Sedih. Ternyata sudah gitu, tetep aja ada yg nyengak dengan seenaknya. Diriku cuman bisa menghela napas sambil ngelempar roti bakar balek ke tempatnya (yang tadinya pengin aku makan, tapi ga jadi) (oh, ya kenapa ga lempar roti bakar ke orang yg nyengak ya? Wakakak...).

Ok, masih tentang Camp, kayanya ini bakal jadi yg terakhir yg meninggalkan kenanganku bersama sweater ijo lumut yg kucinta. Sudah hampir setaun lebih deh sejak kubeli tuh sweater dari 69 jogja (nda bener?). Masih inget saat2 pertama nemuin tuh sweater disana, dengan tulisan diskon 50%, en langsung ta samber gara2 warna ijo-nya... Cocok! Lah, sekarang udah ilang. Huhuhu... Good bye my sweater! Gonna miss u so much. En sekarang berarti: SAATNYA SHOPPING CARI SWEATER BARU (padahal dirumah masih ada beberapa sweater en long-sleeve semacam itu... Hehehe. Tapi tetep aja ga ada yg bisa gantiin tuh sweater kaporit, eh paporit).

Oh, ya, diriku ada dua kesibukan baru (menambah segala hal 'yg membuat diriku nampak sok sibuk'): ngupil en boker... ga. Just Kiddin'! Yg bener: latihan dotA en nyelesein Pokemon Platinum. Wakakaka. Bener. Diriku lagi belajar maen dotA. Ternyata enak juga. Tapi tidak disarankan buat semua pembaca untuk mencoba dotA, apalagi murid2ku. Ya, kalo murid2 pada bisa ngontrol sih gapapa. Kalo ga bisa, parah! Mending ga usah maen! Diriku cuman maen bentar. Ga tiap hari juga. Kalo yg bareng2 juga ga rutin. Cuman ngusir kebosanan en kejenuhan. Kalo lagi latian di rumah (maen bareng nico, meski ga di LAN karen Nico pake PC aku pake Laptop) diriku merasa inferior, karena Nico jauh lebih canggih daripada aku!!!! Asem!!!! Kudhu belajar banyak sama Guru Nico, en Kakek Guru Benny... Wakakakakakak.

Nah, kalo yg kedua (baca: Pokemon Platinum), ini yg lebih addicting. Entah kenapa, masih aja suka maen Pokemon. Nostalgia jaman SMP-SMA. Dulu dari yg Pokemon Green, terus Crystal, Diamond, sekarang Platinum. Buat yg ini, diriku milih Piplup. Pengin-nya tetep Piplup, ga di-level-up, tapi tar defense-nya parah... Wakakakak. Banyak pokemon baru yg diriku ga kenal. En males juga nangkep2. So far, udah sampe Gym ke-2. Diriku udah nangkep Starly en Luxio juga (gantinya Pikachu, bosen!). Lagi cari yg fire, grass, en ice... Huhuhu. Belom juga dapet yg cocok.

Well, ganti topik, ah! Kemaren diriku ikut seminar RenStra (Rencana Strategis), yg diadain BPPK GKI SinWil JaTeng. Seneng juga, en ternyata bener2 nyadarin kalo diriku masih 'kosong'. Banyak hal baru yg aku dapet, en bikin semangat juga (seperti biasa, termotivasi, ga tau sampe kapan ini motivasi bakal membara). Tapi rasane seneng denger seminar yg notabene dibawain oleh sumber yg ga begitu 'tua', terus so idealistic, tapi tetep membumi. Konteks emang beda yg dialami di tempatku en di tempat tuh narasumber, but at least, ini bisa jadi contoh, en menyemangati diriku untuk 'membawa perubahan'.

Betewe, recently, saya belajar (duh, mulai serius, siap2 buat mutah en mimisan) satu hal: trust in the Lord with all my heart, and put all my hope in Him (kok kaya lagu ya? Hehehe...). Lah gimana lagi. Kalo orang laen bilang, diriku bodoh karena ini itu. Tapi diriku bilang, en orang yg laen juga bilang: percaya sama Tuhan, kalo hidup bakal dipelihara ama Tuhan. Percaya He walks with me... Percaya he ll never leave me... Percaya he ll provide all I need... Percaya he has a great, beautiful plan for my future... Percaya, percaya, percaya... En diriku menikmati-nya. Bukannya sok rohani or apa. Tapi kenyataan emang begitu. Ah, sudahlah, susah juga kalo nda ngerasain sendiri...

Ok, hari ini rencana mau pimpin KTB (kita mo nonton film Fireproof) en tar malem mo latian buat jatah nge-MC besok Sabtu. Semoga lancar. Tar malem, moga2 jadi ngopi... Hahaha. But, btw, kenapa akhir2 ini ngopi nda sebegitu enjoy ya... Tanya kenapa? Kenapa tanya?

GBU!